Hari - hariku

Mengapa dimulai dengan pagi? Ada apa dengan malam dan siang? Apakah selalu semangat itu datangnya pada pagi? Sederet pertanyaan yang belum terjawab selalu melintas di kepalaku, setelah dua detik lalu mataku baru saja bangun.

Jam dinding mempesonakan dirinya untuk kulihat pagi ini. Dengan pandangan yang masih setengah kabur, aku melihat jarum panjang yang bergeser sedikit sebelum angka 5. Dengan sempoyongan aku bangun dan menuju kamar mandi mengambil air wudhu untuk melaksanakan perintah-Nya.
Langkah malasku mengiringi anak tangga demi anak tangga yang kadang terasa terlalu tinggi, kadang terasa terlalu rendah. Mau bagaimana lagi, kesadaranku belum 100% terinstall dalam jasadku. Setelah sampai di kamar mandi dan wudhu. Delapan belas anak tangga kulalui kembali untuk sampai keatas dan melaksanakan sholat Shubuh.

Setelah sholat Shubuh mata yang tidak kuasa menahan beban itu memilih untuk menutup kembali. detik demi detik, menit demi menit tak terasa sudah  2 jam aku tertidur. Jam di layar smartphone-ku menunjukkan pukul 7.30. Lagi-lagi tragedi langkah malas terjadi menuju kamar mandi. kali ini di iringi dengan seperangkat sabun dan sikat gigi. Kemudian aku mandi dan bersiap-siap menjadi karyawan pada umumnya. Segala kelengkapan kerja tidak tertinggal.

Sang kuda merah sudah menanti dibawah dengan sabar untuk dipacuu sejauh 12 Km. Karena perjalanan jauh dan melewati jalan yang ramai dan padat, Aku selalu memakai pelindung kepala yang berwarna merah pula. Jalan yang berkelok-kelok diwarnai dengan beragamnya.

bersambung ......

Komentar

  1. bagusssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss bangetttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt

    BalasHapus
  2. kata-katanya bagus, tapi ngegantung

    BalasHapus

Posting Komentar