Berikan yang terbaik, bukan terbalik


Manusia memang lahir dalam keadaan tidak sempurna, namun lengkap dengan kekurangan dan kelebihannya. Tidak heran jika kamu terkadang merasa bodoh, dan disaat lain kamu merasa kamu berbakat dan berguna. Hal ini berlaku untuk semua orang yang merasa dirinya manusia.

Aku memiliki teman yang unik, sebut saja namanya Mia, Aku mengenalnya dalam dunia pekerjaan. Dia lebih tua beberapa tahun dariku, dan lebih lancar berkomunikasi dibandingkan denganku. Dia telah memiliki keluarga sendiri, Namun tidak membuatnya enggan berbaur dengan teman teman barunya yang umurnya rata-rata sama dengan aku. Dia dapat belajar dengan cepat mengenai suatu hal, dan mampu mengeksplor hal yang tidak dia tahu dengan baik. Karena pekerjaan yang aku kerjakan banyak menggunakan komunikasi dengan orang lain seperti menelpon. Maka aku yang belajar banyak dari dia. Hal ini menjadikan aku berpikir aku sangat beruntung mendapat teman seperti dia.

Suatu hari, kita sebagai anak baru menjadi sebuah team yang bekerja untuk menghubungi Klien. Berbicara memang bukanlah keahlianku, maka ketika diadakan latihan, Leader pun langsung mengklaim bahwa aku harus banyak belajar dari dia. Kemudian karena gerakan dan penangkapan aku juga kurang cepat. suatu ketika karena aku kurang dapat diandalkan dalam mencari informasi. Akupun ditinggal oleh-nya, segala informasi yang dia dapatkan tidak dia berikan kepadaku, menjadikan aku harus bekerja sendiri. hal ini membuatku marah. Aku tidak menyangka mendapatkan teman seperti itu. Aku mencoba sabar dan mengejar ketertinggalanku. Akhirnya aku dikeluarkan dari team tersebut dan mendapat tanggung jawab yang baru. Hal ini tidak membuatku malu atau takut. Karena aku menjadikan ini pelajaran yang sangat banyak dan berarti, yaitu :

1. Dalam dunia pekerjaan tidak semua teman dapat menjadi kawan. karena teman kerja pada dasarnya menjadi sebuah saingan. Karena aku terbiasa kerja dengan teman yang menjadi kawan dan menolongku saat aku susah dan tidak tahu. Maka di dunia kerja yang baru ini berbeda, yang dapat diandalkan adalah diri sendiri. Bertanya hanya untuk mencari informasi namun menjadikan kepercayaan itu adalah hal yang sulit didapat.

2. Tidak semua orang dapat dilihat dari kesan awalnya. Namun kita harus mempunyai kadar yang pas. Apalagi masalah kepercayaan, hal ini sangat sulit untuk didapatkan.

3. Hal yang paling penting dalam dunia pekerjaan adalah tidak banyak mengganggu orang lain. Bertanya boleh, namun bila terlalu banyak bertanya, akan mengakibatkan banyak hal yang tidak diinginkan, seperti terkesan bodoh, atau mengganggu pekerjaan orang lain. dan masih banyak lagi.

Lanjut kisah, seharian itu aku tidak menyapa dirinya. Namun keesokan harinya aku kembali berteman seperti biasa. Hari-hari kulalui bukan dengan dendam, namun dengan pelajaran dan kehati-hatian. Suatu hari aku melakukan kesalahan, kemudia dia memperingati aku bahwa itu salah. Namun aku mempertanyakan balik kepadanya, kenapa hanya aku yang salah, bagaimana dengan orang orang sekeliling yang juga melakukan kesalahan yang sama, bukan aku bangga dengan melanggar aturan, namun hal itu tidak fair ketika aku tidak punya pilihan lain dan harus ditegur, sedangkan yang lain tidak. Hal ini berujung dengan adu mulut antara aku dan dia. Dan berakhir dengan pelajaran lagi.
Bahwa tidak semua aturan bisa dilakukan dan juga bukan semua pelanggaran dapat disalahkan.

Hal ini tidak membuat kita menjadi menjauh. Aku menjadi semakin berisi pengalaman yang unik. Aku sudah tidak kesal memiliki teman seperti  dia. Namun aku bersyukur masih diberikan kesempatan untuk belajar.

source image : https://satujam.com/teman-yang-baik-tidak-pernah-melakukan-ini/

Komentar